Sejumlah pengamat di daerah ini yang dimintai komentarnya memprediksi bahwa, Hasanuddin Atjo tidak dapat berbuat banyak sebagai Kepala Bappeda karena masa baktinya akan berakhir sebagai Aparatur Sipil Negara pada Juni 2020.
Masih segar dalam ingatan saat Gubernur Longki Djanggola memberi sambutan pelantikan Jumat tanggal 19 Juli 2019 lalu.
“Meskipun Sdr Hasanuddin Atjo akan berakhir masa baktinya sebagai ASN, namun saya yakin saudara dapat berbuat yang terbaik buat daerah ini. Daerah ini membutuhkan pemikiran saudar,” kata Longki.
Keputusan Gubernur Longki dapat dianalogikan dengan pertandingan sepak bola. Hasanuddin Atjo diberikan keoercayaan sebagai striker di saat menit injuri time dan prediksi orang tidak mungkin bisa membalikkan keadaan karena sudah tertinggal.
Namun karena kepiawaian sang pelatih melihat situasi dengan memberikan pemain pengganti dapat membalikan keadaan meskipun di menit-menit akhir. Kehebatan dan feeling pelatih harus diapresiasi.
Gubernur Longki yang juga politisi sangat tepat menempatkan posisi Hasanuddin Atjo menjadi kepala Bappeda untuk menata Sulawesi Tengah pasca terjadinya gempa multi dimensi itu.
