TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

AMBYAR…!

Padahal, kata dia, pengendara ingin akses jalan tersebut yang nyaman untuk dilintasi para pengendara setiap hari. Dirinya mengaku kecewa dengan pemerintah pusat yang belum memperbaiki jalan tersebut padahal akses masyarakat melewati jalan dari Sulawesi Tengah menuju Sulawesi Tenggara. “Saya merekam jalan rusak ini sebagai bentuk protes kami dan pengendara lainya yang sering menggunakan jalur tersebut setiap kali berpergian.

Selain itu, lanjut dia, sebagai warga juga ingin mendapatkan akses yang baik dan layak. Akses jalan tersebut jelas merugikan warga dan pengguna jalan karena kondisi jalan yang tidak maksimal. “ Kami tentu memprotes jalan ini, kenapa tidak kunjung diperbaiki. Semoga jadi perhatian dan segera ada perbaikan” tutupnya.

Baca Juga : JALAN NEGARA DI BETE-BETE BELUM MERDEKA DARI JALAN RUSAK

Separuh jalan nasional diKabupaten Morowali menuju BTS Kendari dari total panjang ruas 108 kilometer yang mendapat program Preservasi jalan  tahun anggaran 2019 lalu, yang digarap oleh rekanan Satker PJN wilayah III yakni PT Karya Anuntolufu, tidak berjalan maksimal. Dari kejauhan tak ada yang aneh dari sepanjang jalan itu. Kondisi jalan separuh direhab minor, Holding Foag & Seal, rekontruksi dinding penahan tanah, serta rekontruksi jalan, itulah yang digarap oleh PT Karya Anuntolufu yang dibiayai oleh APBN murni TA 2019 dengan nilai kontrak Rp34.148.482.000. Nyaman ? itu hanya kesan sekilas. Begitu dikunjungi, jalan-jalan sepanjang Bungku Selatan menuju BTS Kendari itu, disana-sini banyak menyimpan cacat.

PRAHARA BARU DIJALAN BATAS

Upaya Direktorat Bina Marga Kementrian PUPR melalui BPJN XIV Palu, Satker PJN wilayah III untuk membina rekanan serta mengendus indikasi kecurangan pada Presevasi jalan sejak 2017-2019 tak mengalami kemajuan berarti. Meskipun diruas itu, tiap tahun saldo Kementrian PUPR tiap tahun terkuras untuk menangani ruas tersebut dengan anggaran tidak sedikit. Perlu dibentuk tim gabungan independen.

Kalau sejak dulu pihak BPJN XIV Palu serius memberi pengaawasan extra terhadap rekanan yang mengerjakan proyek preservasi separuh dari panjang ruas yang ditangani satker PJN wilayah III melalui PPK 3.5 itu, mungkin kondisi jalan yang buruk seperti sekarang tidak akan terjadi. Pihak BPJN XIV Palu, selama tiga tahun tidak berani memberi teguran terhadap rekanan yang menggarap proyek Preservasi itu setiap kali dianggarkan.

@Koran Trilogi

Berdasarkan catatan redaksi Koran Trilogi, kondisi sebagian jalan ruas Bahodopi menuju Bts Kendari, kondisinya sangat memprihatinkan. Jarak tempuh setiap kenderaan yang melintas sepanjang ruas itu pun semakin menjauh akibat kondisi jalan nasional yang rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi. Mulai dari kondisi jalan berlubang, aspal jalan terkelupas, jalan terbelah, bahkan yang terparah ada beberapa titik jalan ambelas sehingga mengambil separuh badan jalan. Kondisi itu ditemukan, mulai dari Desa Bete-bete, Tangofa, Buleleng, Torete.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.