JUNGKIR BALIK BRONJONG INSTAN
Penyimpangan penyelewengan bestek pada proyek pemerintah yang dibiayai oleh keuangan Negara sudah terjadi dimana-mana, ada indikasi permainan proyek oleh pihak penyedia jasa, sementara petugas pengawas bisa diajak kompromi !.
Dahulu ada ceritera, seorang kontraktor dihukum oleh pengadilan karena kontruksinya melenceng dari bestek. Akibatnya, nyawa satu keluarga melayang. Ini peringatan bagi para kontraktor agar tidak sembarangan mempermainkan bestek.
Direktur PT Mentawa Karyatama Sejati, tidak bisa menyembunyikan kegusaranya. Sudah dipastikan dahi kontraktor pelaksana proyek Preservasi senilai Rp24.1 miliar itu, yang menjadi salah satu bagian kontraktor strategis di Satuan Kerja (Satker) PJN wilayah III itu, langsung berkerut. Selama kurun waktu dua (2) tahun terakhir, perusahaan ini memenangkan lelang proyek yang terbilang besar diruas yang sama daerah ini.
Ada satu paket pekerjaan kontruksi terkait PT Mentawa Karyatama Sejatai yang mencuri perhatian. Paket Preservasi ruas jalan Beteleme – Tompira – Kolonedale – Bahonsuai – Bungku, TA 2019 silam dengan nilai anggaran dibandrol sebesar Rp24.119.061.000, terlihat kembang kempis. Banyak yang menilai proyek miliaran rupiah itu melalui program preservasi jalan, dianggap gagal dan sudah barang tentu tidak akan bertahan lama.
