TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

MEGA PROYEK 179 MILYAR APBD SULTENG, “BERANTAKAN”…

PALU – Proyek Multi Years Contrac (MYC) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah TA 2013 di bandrol senilai lebih dari Rp.179 milyar, diduga kuat berantakan dan sarat manipulasi. Proyek tahun jamak APBD pertama di Sulteng itu, ditenggarai sebagai proyek gagal.

Proyek tahun jamak itu berupa pembangunan ruas badan jalan Provinsi Sulteng sepanjang 111 kilometer yang diambil dari mata anggaran APBD Sulteng Tahun 2013. Proyek pertama dengan sistem MYC tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi sehingga kwalitas hasil pekerjaan buruk serta dikabarkan adanya pemutusan kontrak terhadap Perusahaan kontraktor pelaksana.

Untuk Empat proyek ruas badan jalan yang mendapat kucuran dana  MYC APBD TA 2013 pertama di Sulteng tersebut sebagai berikut.

  • Proyek pembangunan jalan Pasir Putih perbatasan Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tolitoli dengan bandrol Rp 35 Milyar, yang dikerjakan oleh PT Kurnia Graha Mandiri, sepanjang 21 kilometer.
  • Proyek ruas jalan Dongi-dongi, Watumaeta, Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso, dikerjakan oleh PT Hokiana – Sembada KSO dengan bandrol Rp 50 Milyar, sepanjang 29 kilometer
  • Proyek Pembangunan ruas Tonusu, Gintu Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso yang dikerjakan oleh PT Wanita Mandiri Perkasa dan PT Tunggal Mandiri Jaya dengan bandrol Rp 46 Milyar, sepanjang 29 kilometer.
  • Proyek Pape, Tomata berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali yang dikerjakan oleh Konsorsium PT Pilar Sarana Bandha dengan bandrol Rp 47 Milyar, sepanjang 32 kilometer.

Dari empat paket proyek yang mendapat kucuran dana MYC murni APBD yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Sulteng tersebut diharapkan dapat meningkatkan kondisi jalan Provinsi yang saat ini dalam kondisi baik baru mencapai 57 persen dari 1.620 kilometer panjang jalan Provinsi.

Akan tetapi pada proses pelaksananya yang baru dimulai pada awal Tahun 2014 itu, ada banyak kondisi jalan rusak akibat kwalitas pekerjaan tidak maksimal bahkan pula terdengar kabar jika dua paket yang menerima gelontoran puluhan Milyar dana APBD tersebut putus kontrak setelah kontraktor pelaksananya tidak dapat menlanjutkanya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sulawesi Tengah Syaifullah Djafar yang dikonfirmasi ketika itu mengakui adanya pemutusan kontrak terhadap dua Perusahaan Kontraktor dua paket MYC. “Dari 4 paket yang selesai itu hanya dua paket dongi2, Waumaeta dan Tonosu, Gintu, yang dua paket lainya putus kontrak,” kata Syaifullah Djafar melalui pesan Aplikasi Whatsup ketika itu.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Triogi.co