Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Gandeng Eks Bos TaniHub, KADIN Sulteng Cari Cara Bikin Durian dan Kopi Gak Cuma “Gitu-Gitu Aja”

SULTENG – Bosan melihat komoditas lokal hanya dijual sebagai bahan mentah tanpa nilai tambah, KADIN Sulawesi Tengah menggandeng praktisi industri dan rantai pasok Surya Getto untuk mendorong hilirisasi durian, kopi, kelapa, dan kakao.

Langkah ini diarahkan untuk mengubah komoditas unggulan Sulawesi Tengah menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, salah satunya melalui pengembangan Ice Cream Nambaso dengan varian durian, kopi, kelapa, dan cokelat.

BACA JUGA : China Betul-betul Dibikin ‘Mabuk’ Durian Sulteng, Cuan Rp871 Miliar Sudah Mengalir !

Surya Getto atau Surya Rama Paul Getto, yang kini menjabat Managing Director Nusantara King Fruit, dilibatkan dalam kerja sama tersebut karena memiliki pengalaman di sektor pengolahan buah dan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Sebelumnya, Surya tercatat pernah menjabat sebagai Head of Upstream di TaniHub Group pada 2021–2022. Ia juga merupakan lulusan magister Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan bidang Business Administration, Management, and Operations.

Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Kerja Sama Hilirisasi Komoditas Unggulan Sulawesi Tengah pada 28 September 2026 di Hotel Best Western Plus Coco Palu.

Kesepakatan melibatkan empat KADIN kabupaten, yakni KADIN Parigi Moutong, Poso, Morowali, dan Sigi, bersama Surya Getto sebagai pelaku industri dan hilirisasi.

Empat komoditas yang menjadi fokus utama adalah durian, kopi, kelapa, dan kakao.

“Jadi tidak berhenti di jual bahan mentah. Kita dorong supaya ada produk, ada pengolahan, ada merek, dan ada pasar,” menjadi arah utama dari pengembangan hilirisasi komoditas Sulawesi Tengah tersebut.

BACA JUGA : Bukan Cuman Nikel, Sulteng Rayu KADIN Garap Hilirisasi Durian dan Rumput Laut

Salah satu konsep yang disiapkan dalam kerja sama itu adalah Ice Cream Nambaso. Produk ini dirancang menggunakan bahan baku lokal dengan varian rasa durian, kopi, kelapa, dan cokelat.

Konsep tersebut menjadi gambaran bagaimana empat komoditas unggulan dapat diolah menjadi produk konsumsi yang lebih dekat dengan pasar sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk khas daerah.

Halaman Selanjutnya :BACA JUGA : Ekspor Durian Sulteng Jadi Senjata Baru Anwar Hafid | China Siap-Siap “Mabuk...