Dengan demikian, inovasi es krim lokal Nambaso tidak hanya diarahkan sebagai produk kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem industri pengolahan berbasis komoditas lokal.
Durian dan kelapa dapat dikembangkan menjadi es krim maupun produk turunannya. Sementara kopi dan kakao dapat masuk ke pengembangan varian rasa hingga produk olahan lain.
Konsep tersebut membuka peluang pengembangan es krim durian kelapa Sulteng, sekaligus produk berbasis kakao dan kopi yang memiliki identitas daerah.
Keterlibatan Surya Getto KADIN Sulteng menjadi bagian penting karena pengembangan hilirisasi tidak hanya berkaitan dengan proses produksi.
Pengalaman Surya di sektor upstream dan industri buah membuat kerja sama ini mencakup sejumlah tahapan, mulai dari ketersediaan bahan baku, kualitas produk, kontinuitas pasokan, teknologi pengolahan, pengemasan, standardisasi, hingga pemasaran.
BACA JUGA : Ekspor Durian Sulteng Jadi Senjata Baru Anwar Hafid | China Siap-Siap “Mabuk Durian”
Surya yang saat ini menjabat sebagai Managing Director Nusantara King Fruit diketahui berfokus pada pengolahan dan distribusi durian.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu KADIN membangun model rantai pasok yang menghubungkan petani, pelaku UMKM, produsen, industri pengolahan hingga pasar.
Dengan pola tersebut, produk hilirisasi empat komoditas unggulan Sulteng tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi disiapkan untuk masuk ke pasar nasional maupun internasional.
Nota kesepakatan tersebut turut ditandatangani Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem hilirisasi yang melibatkan dunia usaha dan pelaku UMKM.
Dalam skema kerja sama, KADIN kabupaten akan berperan memfasilitasi keterlibatan pelaku usaha, UMKM, produsen serta rantai pasok bahan baku lokal.
Sementara pihak industri berperan dalam teknologi pengolahan, pengembangan produk, pengemasan, standardisasi, strategi pemasaran serta pembukaan akses pasar.


