SULAWESI TENGAH – LIPKADA Center bersama Koalisi Rakyat Sulawesi Tengah menyiapkan grand desain perjuangan untuk memperkuat posisi Manifesto Rajawali Sulteng.
Langkah ini diarahkan untuk memperjuangkan keadilan tata kelola pertambangan, hak fiskal daerah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Andi Ridwan Bataraguru, LIPKADA Sulteng, mengatakan grand desain tersebut dibangun melalui kolaborasi antara kekuatan masyarakat sipil dengan pemerintah daerah dan DPRD Sulteng, tanpa menempatkan koalisi ke dalam struktur pemerintahan.
BACA JUGA : Sulteng di Atas Tanah Emas, Tapi Kemiskinan Masih Ada | LIPKADA Bicara Ketimpangan Tambang
Konsep tersebut menjadi bagian dari manifesto “Menolak Kemiskinan di Atas Tanah Emas dan Ketimpangan Ekstrem Pusat dan Daerah”, yang menyoroti persoalan pengelolaan sumber daya alam, DBH Sulawesi Tengah, transparansi penerimaan tambang, lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi lokal.


