TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

AMUK PANTAI PENGAMAN DWI CAHYO

Tentunya jika hal itu benar adanya, kemungkinan besar terjadi selisih harga satuan kubikasi material yang begitu mencolok. Dimana jika harga satuan kubikasi material yang didatangkan dari quary yang memiliki hasil LAB sesuai rujukan standart pada proyek tersebut dari wilayah Kota Palu atau Kabupaten Donggala yang diketahui memiliki sejumlah pabrik pertambangan galian C, tentunya jauh berbeda dengan harga satuan material lokal yang berada di sungai Desa Tuinan, Kabupaten Buol, yang notabene bukan material dari quary atau perusahaan pertambangan galian C serta diduga tidak memiliki hasil tes pengujian LAB.

Lantas dari mana pihak rekanan mendapatkan hasil LAB material dari sungai desa Tuinan itu?, padahal di desa tersebut tidak ada IUP produksi lokasi pertambangan galian C. Banyak pihak yang menuding pelaksanaan proyek tanggul pengaman pantai Buol tersebut diduga telah menyerempet rambu dengan menggunakan jenis material batu gajah yang bersumber dari material lokal yang tidak memiliki IUP Galian C serta tidak melalui tes pengujian LAB. Sudah barang tentu dengan kejadian itu akan membuat proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu tidak akan bertahan lama dan akan menimbulkan kerugian keuangan negara.

Proses pengawasan pekerjaan proyek yang disinyalir menyimpang itu juga patut dipertanyakan. Meskipun pada pertengahan pelaksanaan proyek itu sempat dihentikan setelah pihak kontraktor pelaksana menggunakan material batu lokal. “Ini proyek pak sempat dihentikan, menurut konsultanya waktu itu karena pihak kontraktor menggunakan material lokal. Katanya sih tidak boleh pake batu lokal,” kata salah satu warga yang bersedia menjadi sumber trilogi.co dan meminta identitasnya tidak di publiskasikan.

Memang selama proses pelakasanaan proyek pegaman pantai sepanjang 250 meter tersebut, pihak kontraktor mengunakan material batu lokal yang diambil dari sungai di desa Tuinan, meskipun sebelumnya pihak kontraktor mendatangkan separuh material dari kawasan pertambangan galian c dari wilayah Kota Palu atau Kabupaten Donggala. “Selain komposisi material batu di komplain, proyek itu juga pada galianya tidak terlalu dalam makanya badan permukaan tanggul  pengaman pantai itu berbeda beda bahkan ada yang ambelas.” Beber sumber kepada trilogi.co satu pekan yang lalu.

Dalam proyek ini seharusnya jika pengawasan dilakukan secara baik, masalah itu akan terdeteksi lebih awal dan bisa dicegah dengan melakukan teguran kepada pihak rekanan atau memberhentikan pekerjaan itu. Tidak hanya membiarkan begitu saja tanpa melalui prosedur yang telah diamanahkan dan sudah menjadi standart pada proses pengadaan barang dan jasa. Lantas Siapa orang dibalik proyek pembangunan tanggul pengaman pantai itu ?.

Dia adalah, Dwi Cahyo Rahmadony, yang memangku jabatan sebagai PPK di satuan kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sulawesi III. Dialah orang yang bertangungjawab pada proyek yang menelan biaya puluhan miliar ini. Ketika dikonfirmasi terkait perusahaan yang mengerjakan proyek itu, Dwi Cahyo Rahmadhony mengatakan jika perusahaan kontraktor itu berasal dari Sulawesi Utara, meskipun informasi yang berhasil dihimpun dilokasi proyek menyebutkan jika kontraktor pelaksananya adalah Fachrudin Yunus salah satu kontraktor lokal di Palu.

“Bukan pak itu perusahaan manado yang kerja. Ya kalo yang ttd kontrak dengan saya direkturnya langsung, kalo dia kasih kerja ke vendor lain ya saya kurang tau yang jelas saya bayar atas nama pt menara megah,” kata Dwi Cahyo Rahmadony, kepada Trilogi.co.

Ditanya soal perbedaan komposisi dan fisik material batu gajah yang sudah terpasang pada proyek tersebut, dimana sebagian material batu gajah didatangkan dari luar Kabupaten Buol dengan menggunakan armada tongkang, dan sebagian pula di ambil dari kerukan sungai desa Tuinan. Dengan komposisi tersebut, alhasil terjadi perbedaan fisik dari sumber material yang digunakan. Namun Dwi Cahyo Rahmadony, memilih tidak tahu menahu soal sumber material yang digunakan pada proyek itu, meskipun peran pengendali penentu spekfisikasi material itu ada dibawa kendali dirinya.

Halaman Selanjutnya :“ Saya kurang tau, tapi memang yang kita bayar yang terpasang pak,...
Komentar
maks. 1000 karakter
517 Komentar