TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

AMUK PANTAI PENGAMAN DWI CAHYO

“ Saya kurang tau, tapi memang yang kita bayar yang terpasang pak, masalah material beda dll, menurut saya tdk masalah selama bangunan berfungsi Dan tidak menyalahi spektek, yang bunyinya Batu berasal Dari Batu gunung atau Batu kali. Ya itu terserah kontraktornya mau ambil dimana material says tidak bisa mendekte, sepanjang terpasang sesuai desain Dan masuk spek kita bayar. Di spek cuma bilang material terpasang dilampirkan hasil uji labnya. Untuk jelasnya bapak Tanya yg kerja saja saya cuma pejabat pembuat komitmen, Yg jelas saya sudah sesuai prosedur,” katanya.

Hasil penelusuran Trilogi.co sepekan yang lalu, tampak kualitas material batu gajah pada proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS) tampak compang-camping. Diameter komposisi material bervariasi.

Dimana hasil pantauan dilokasi ditemukan susuanan material batu gajah kebanyakan berdiameter 30-40 cm dengan volume diperkirakan mencapai 70 persen. Artinya dengan kondisi tersebut, pemasangan material itu lebih banyak menggunakan batu berukuran dibawah dari 30kg. Padahal breakwater atau pemecah gelombang digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan, serta bisa juga untuk perlindungan pantai terhadap erosi.

Tujuanya Breakwater atau dalam hal ini pemecah gelombang lepas pantai  adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Pemecah gelombang dibangun sebagai salah satu bentuk perlindungan pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai, sehingga terjadi endapan dibelakang bangunan. Lantas bagaimana dengan kondisi masterial yang digunakan dari material seadanya ?.

Hasil riset Trilogi.co.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS) telah dua kali mengucurkan anggaran belasan miliar untuk membiayai proyek pembangunan pengaman pantai Leok I Kabupaten Buol. Sebelumnya di tahun 2015 pengaman pantai tersebut dibiayai sebesar Rp15.322.880.000, yang dimenangkan oleh PT Handaru Adhiputra JO PT Wahana Cipta Lestari (KSO). Kondisi materialnya pun turut memprihatinkan. Pada Tahun 2017 lalu, anggaran pun kembali mengucur pada proyek yang sama dengan nilai kontrak sebesar Rp9.477.240.000, dari pagu sebesar Rp11.848.043.000, yang dimenangkan oleh PT Menara Megah Pratama.

Penulis : Tim Trilogi.co.id

Related posts:

Komentar
maks. 1000 karakter
517 Komentar