Dalam pelaksanaan kegiatan itu, tambah Agus Nain Sahabat, ada sebanyak 15 peserta yang baru mendapatkan pelatihan, dan ditangani langsung selama dua minggu oleh instruktur alat berat dari pihak Balai Peralatan dan Material, Kementerian PUPR.
“yang 15 orang dari Nakertrans adalah yang benar benar baru dilatih selama 2 Minggu oleh instruktur alat berat. Sedangkan peserta lain, sudah berpengalaman tapi belum mempunyai sertifikat keterampilan (SKT), dan pelatihan ini bertujuan untuk melatih tenaga kerja konstruksi bidang operator alat berat dan bidang mekanik engine sehingga tenaga kerja yang dilatih memiliki kompetensi,” katanya lagi.
Hampir sepekan yang lalu, Dinas PU-BMPR Provinsi Sulawesi Tengah, tengah menggelar kegiatan uji kompetensi dan sertifikasi operator dan mekanik alat berat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 sampai 10 Juli 2019 lalu. Untuk syarat mengikuti kegiatan itu, peserta uji kompetensi dan sertifikasi operator dan mekanik alat berat, wajib melengkapi fotocopy KTP, fotocopy ijazah terakhir, surat keterangan pengalaman kerja.
Dalam kegiatan yang dihadiri Balai Material dan Peralatan Kontruksi Kementrian PUPR, dan Kadis PU-BMPR itu, terselenggara melalui kerjasama antar berbagai pihak. Diantaranya Kementerian PUPR yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) serta perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi
