SULTENG – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menghadapi tantangan fiskal dalam mempertahankan program UHC Prioritas Sulteng di tengah menyusutnya transfer keuangan dari pemerintah pusat.
Dalam wawancara khusus dengan Liputan6 yang dipublikasikan 23 September 2026, Anwar Hafid mengungkapkan transfer keuangan daerah Sulawesi Tengah berkurang Rp580 miliar pada 2025. Pada 2026, penurunannya kembali mencapai Rp1,2 triliun.
Kondisi tersebut membuat Pemprov Sulteng harus melakukan penyesuaian anggaran.
Namun, Anwar Hafid mengatakan dua program tetap dipertahankan sebagai prioritas utama, yakni Berani Sehat yang mencakup UHC Prioritas dan Berani Cerdas untuk sektor pendidikan.
“Pada 2025 transfer keuangan daerah berkurang Rp580 miliar dari APBD yang sekitar Rp5,7 triliun. Tahun 2026 berkurang lagi Rp1,2 triliun,” kata Anwar dalam wawancara tersebut.
Melalui UHC Prioritas, Pemprov Sulteng bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberikan akses kepesertaan JKN kepada masyarakat yang menghadapi persoalan kepesertaan.
Anwar menjelaskan, masyarakat ber-KTP Sulawesi Tengah yang kepesertaan BPJS-nya tidak aktif akibat tunggakan dapat memperoleh pengaktifan kembali pada hari yang sama dengan membawa KTP.
BACA JUGA : Gubernur Sulteng Anwar Hafid Pilih Jalur ‘Tidak Populer’, Strategi Tulus atau Taktik Politik Baru?
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengantisipasi masyarakat yang sebelumnya mampu membayar iuran BPJS tetapi kemudian kehilangan kemampuan akibat PHK, mengalami tunggakan, atau belum tercover program JKN.


