Partai-partai yang berorientasi ke arah sana, di masa datang dapat dipastikan akan menjadi partai penentu dan berkuasa, karena memiliki pengikut dan simpatisan yang besar. Partai berkewajiban mengedukasi masyarakat membangun “fanatisme intelektual” tidak lagi ke fanatisme lain dalam memilih pemimpinnya.
Sejumlah referensi menunjukkan bahwa di Negara Maju jumlah partai semakin ramping, karena tuntutan dari rakyat yang telah berorientasi ke “fanatisme intelektual”. Pertanyaan kemudian, apakah Negeri ini akan menuju ke arah itu?. Masih diperlukan diskusi dan proses panjang, namun harus dimulai.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah, bagian Integral dari Indonesia, dan di tahun 2020 akan melaksanakan Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, beberapa Bupati-Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota. Di media cetak, elektonik, dan media sosial serta ruang-ruang publik mulai hangat diperbincangkan figur-figur yang layak menjadi calon pemimpin lima tahun ke depan.
Tentunya masing-masing partai, komunitas, simpatisan partai atau personal memiliki kriteria tersendiri terhadap figur-figur yang akan di usung. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah akan sama persepsi rakyat pemilik hak suara dengan partai pemilik hak usung dalam pemilihan Kepala daerah.
Harapan kita semuanya tentunya akan sama, namun perlu diingat bahwa beberapa kasus pemilihan kepala daerah yang diusung oleh sejumlah partai ternyata dikalahkan oleh sebuah kotak kosong. Pertanyaan dan realitas ini tentunya menarik dan perlu didiskusikan lebih dalam lagi di ruang-ruang publik, media sosial atau pada ulasan kesempatan lain… SEMOGA. ***
