NAHKODA PROYEK 174 MILIAR

  • Bagikan

JALUR RINGKAS MENEKAN HARGA

Sejak menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi jalan tengah terbaik untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulawesi Tengah. Konsolidasi internal, kunci awal melancarkan megaproyek strategis daerah 174 Miliar.

Hasil penelusuran yang di peroleh Trilogi.co menyebutkan, jika Syaifulah Djafar yang memangku jabatan sebagai Kadis, untuk TA 2017 mendapat jatah dana proyek yang dikucurkan melalui mata anggaran APBD sebesar Rp152.35 Miliar dan APBN sebesar Rp21.75 Miliar, yang di kelolah DPU BMPR Prov Sulteng. Dana ratusan miliar tersebut, kemudian dipecahkan untuk beberapa kegiatan proyek yang tersebar di beberapa daerah di Sulawesi Tengah.

Dari ratusan miliar dana yang yang digelontorkan di tahun 2017 ini, diketahui untuk membiayai beberapa kegiatan peningkatan jalan, pembangunan jalan, pemeliharaan rutin jalan, serta pemeliharaan jembatan yang tersebar di beberapa daerah di Provinsi Sulteng. Berikut hasil riset catatan kami :

  1. Alokasi APBD Rp152.35 miliar dan Alokasi DAK APBN Rp21.75 miliar
  2. Target penyelenggaraan jalan sebanyak 79 persen.
  3. Peningkatan jalan sepanjang 30 kilometer
  4. Pemeliharaan rutin jalan sepanjang 1.385 kilometer
  5. Dan pemeliharaan jembatan sebanyak 303 unit
  6. Pembangunan jalan 8 kilometer

Menilik kebelakang penanganan Multi Years Contrak (MYC) APBD Sulteng Rp179 Miliar sepanjang 111 Kilometer pada tahun 2014 lalu, Syaifulah Djafar telah dirundung sejumlah paket kegiatan pekerjaan jalan yang ditanganinya berantakan. Meskipun iya memiliki beberapa orang yang menjadi bawahanya untuk menangani proyek dari penetapan pemenang hingga pengawasan proses pekerjaan dilapangan.

Namun ada sebagian kegiatan yang didanai Miliaran rupiah itu compang camping lolos dari pengawasan. Bahkan diwarnai dengan pemutusan kontrak untuk dua paket MYC Rp179 Miliar.

Proyek tahun jamak itu berupa pembangunan ruas badan jalan Provinsi Sulteng sepanjang 111 kilometer yang diambil dari mata anggaran APBD Sulteng Tahun 2013. Proyek pertama dengan sistem MYC tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi sehingga kwalitas hasil pekerjaan buruk serta dikabarkan adanya pemutusan kontrak terhadap Perusahaan kontraktor pelaksana. Untuk Empat proyek ruas badan jalan yang mendapat kucuran dana  MYC APBD TA 2013 pertama di Sulteng tersebut sebagai berikut.

  • Proyek pembangunan jalan Pasir Putih perbatasan Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tolitoli dengan bandrol Rp 35 Milyar, yang dikerjakan oleh PT Kurnia Graha Mandiri, sepanjang 21 kilometer.
  • Proyek ruas jalan Dongi-dongi, Watumaeta, Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso, dikerjakan oleh PT Hokiana – Sembada KSO dengan bandrol Rp 50 Milyar, sepanjang 29 kilometer
  • Proyek Pembangunan ruas Tonusu, Gintu Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso yang dikerjakan oleh PT Wanita Mandiri Perkasa dan PT Tunggal Mandiri Jaya dengan bandrol Rp 46 Milyar, sepanjang 29 kilometer.
  • Proyek Pape, Tomata berbatasan dengan Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali yang dikerjakan oleh Konsorsium PT Pilar Sarana Bandha dengan bandrol Rp 47 Milyar, sepanjang 32 kilometer.

Dari empat paket proyek yang mendapat kucuran dana MYC murni APBD yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Sulteng tersebut diharapkan dapat meningkatkan kondisi jalan Provinsi yang saat ini dalam kondisi baik baru mencapai 57 persen dari 1.620 kilometer panjang jalan Provinsi.

Jabatan Kadis jika diuraikan merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang melekat dari lembaga Kementrian untuk melaksanakan suatu kegiatan atau program Pemerintah. Salah satu tugas dan tanggung jawab terpenting Syaifulah Djafar dengan memangku Jabatan sebagai Kadis yakni merumuskan kebijakan tehknis dalam bidang pekerjaan umum. Salah satu contohnya menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang pekerjaan umum.

Tentunya dengan hal posisi tersebut, banyak yang menduga sebagai posisi strategis dan membuka cela lobi pihak pemburu proyek untuk melakukan praktek system kejahatan terorganisir.

Penulis : Wahyudin / Trilogi.co

  • Bagikan
error: Content is protected !!