Melalui pendekatan ini, Kota Palu tidak hanya membangun kembali apa yang hilang, tetapi juga memperkuat sistem yang ada untuk menciptakan kota yang lebih siap dan lebih aman dari bencana alam.
Pembangunan tanggul tsunami ini menjadi simbol keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Progres yang Terus Meningkat dengan Komitmen Kuat
Hingga per 2 Desember 2024, progres pekerjaan proyek ini telah mencapai lebih dari 99%, dan PT Bumi Karsa memastikan bahwa penyelesaian proyek ini tetap on track dengan target rampung pada Juli 2024.
Menurut Rizky Ananda, ST, M.Eng., selaku PPK 2.5 Provinsi Sulawesi Tengah, pekerjaan konstruksi timbunan yang dibungkus dengan blok beton armor sebagai peredam tsunami, serta berbagai pekerjaan infrastruktur lainnya, akan segera diselesaikan.
“Desain tanggul pada proyek ini dilakukan dengan tujuan untuk meminimalkan dampak tsunami di masa mendatang. Kami telah melakukan perhitungan dan simulasi untuk memastikan struktur ini dapat menghadapi tekanan air tsunami,” ujar Rizky dalam siaran pers.
Mendorong Konektivitas dan Kerjasama untuk Keberlanjutan
Sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas dan keberlanjutan kawasan pantai Silabeta, proyek ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Palu dan pihak Jembatan IV.
Koordinasi yang intens terus dilakukan untuk memastikan harmonisasi pembangunan dan konektivitas antar area, dengan prioritas utama pada penguatan infrastruktur yang lebih aman dan tangguh.
Membangun Kota Palu yang Lebih Baik
Proyek Rekonstruksi dan Penanganan Tanggul Jalan Cumi-Cumi bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga menciptakan fondasi bagi masa depan Kota Palu yang lebih aman dan lebih tangguh.
