◦ Politik Lokal: PETI seringkali terkait dengan kepentingan politik lokal, yang dapat menghambat proses penegakan hukum.
- Lemahnya Koordinasi
◦ Antar Instansi: Kurangnya koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya menyebabkan penanganan PETI menjadi tidak efektif.
◦ Vertikal: Koordinasi antara APH di tingkat daerah dan pusat juga perlu ditingkatkan untuk memastikan dukungan dan supervisi yang memadai.
- Potensi Konflik Kepentingan:
◦ Oknum APH: Tidak dapat dipungkiri adanya potensi keterlibatan oknum APH dalam aktivitas PETI, baik secara langsung maupun tidak langsung.
◦ Pengaruh Pengusaha: Pengusaha tambang ilegal seringkali memiliki hubungan dekat dengan pejabat atau tokoh masyarakat, yang dapat mempengaruhi proses penegakan hukum.
Dampak Keengganan APH:
- Kerusakan Lingkungan: PETI menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah, seperti pencemaran air, kerusakan hutan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
- Kerugian Negara: PETI menyebabkan kerugian negara akibat tidak adanya pembayaran pajak dan royalti.
- Konflik Sosial: PETI dapat memicu konflik sosial antara masyarakat lokal dan pendatang, serta antara penambang ilegal dan pemilik lahan.
- Citra Buruk APH: Keengganan APH dalam menindak tegas PETI merusak citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Rekomendasi:
- Peningkatan Sumber Daya: Pemerintah perlu meningkatkan sumber daya APH, baik dari segi personel, anggaran, maupun sarana dan prasarana.
- Penegakan Hukum yang Tegas: APH harus bertindak tegas dan tanpa pandang bulu terhadap pelaku PETI, termasuk oknum-oknum yang terlibat.
- Peningkatan Koordinasi: Pemerintah perlu meningkatkan koordinasi antara semua pihak terkait dalam penanganan PETI.
- Pemberdayaan Masyarakat: Masyarakat perlu diberdayakan untuk ikut serta dalam pengawasan dan pelaporan aktivitas PETI.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Proses penegakan hukum terhadap PETI harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Keengganan APH dalam menindak tegas PETI di Parimo merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh berbagai faktor.
