Wabup menekankan bahwa penanganan stunting berbasis data menjadi keharusan agar intervensi pemerintah tepat sasaran.
Ia juga meminta seluruh kepala desa serta peran puskesmas dalam penurunan stunting lebih dimaksimalkan melalui pemantauan gizi, edukasi keluarga, hingga integrasi layanan kesehatan.
Menurutnya, sinergi lintas sector mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat sinergi pemerintah dan tenaga kesehatan cegah stunting dan mendorong pencegahan gizi buruk anak.
Pemkab Sigi menargetkan percepatan Penurunan stunting di Sigi untuk mengejar target Sigi bebas stunting, sekaligus mendukung capaian program kesehatan masyarakat Sigi dan agenda nasional Stunting Indonesia 2024.
