Mereka menggeledah kantor perusahaan dan membawa sejumlah barang yang dianggap berkaitan dengan perkara.
Dua boks berisi dokumen operasional disita. Begitu pula 13 kendaraan, dump truck, traktor, excavator dan peralatan operasional lainnya.
Penyitaan berlanjut pada Oktober. Bulldozer, dump truck, ambulans, light truck dan generator set kembali masuk daftar aset yang diamankan penyidik.
Barang-barang itu semestinya menjadi bagian dari puzzle penyidikan.
Dokumen perusahaan dapat menunjukkan bagaimana bisnis dijalankan. Alat berat dapat menggambarkan aktivitas di lapangan.
Kendaraan dapat menghubungkan kegiatan operasional dengan lokasi perkebunan.
Tapi bukti tidak berhenti pada keberadaan benda. Ia harus menjelaskan sebuah peristiwa pidana. Dan di titik inilah perkara PT RAS tampaknya menghadapi persoalan pembuktian.
Penyidikan kemudian bergerak ke sejumlah nama. Daniel Paolo Gultom, Kepala Divisi Finance Holding PT Astra Agro Lestari, diperiksa. Begitu pula Buntoro Rianto, akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan PT RAS.
BACA JUGA : Kasus PT RAS Disetop, SP3 Digugat, Kejagung-KPK Diminta Turun Periksa Eks Bupati
Oka Arimbawa dan Doni Yoga Pradana dari PT Sawit Jaya Abadi juga disebut masuk dalam pemeriksaan.
Dari PTPN XIV, penyidik memeriksa Ryanto Wisnuardhy dan Suherdi, masing-masing mantan direktur perusahaan perkebunan negara itu pada periode berbeda.
Direktur Operasional Astra Agro Lestari Arif Catur Irawan juga diberitakan menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam pada November 2024.
Nama-nama itu penting untuk membaca struktur perkara. Tapi pemeriksaan bukan penetapan tersangka.
Hubungan bisnis atau hubungan kepemilikan antarkorporasi juga bukan bukti otomatis adanya tindak pidana.
Penyidik harus menunjukkan perbuatan, peran, unsur pidana, hubungan sebab-akibat, dan akibat yang ditimbulkan.
Jejak sawit mengarah ke pabrik. Pada November 2024, penyidik memperluas penggeledahan ke PT Sawit Jaya Abadi di Desa Taripa, Kabupaten Poso.
Pabrik itu menjadi penting karena hasil produksi sawit PT RAS disebut dibawa ke sana untuk diolah.
Satu kontainer dokumen disita. Penyidik disebut menemukan dokumen berkaitan dengan aliran dana dan pembayaran kepada koperasi yang diklaim sebagai kewajiban sawit plasma.
Jejak penyidikan pun berubah. Dari kebun menuju pabrik. Dari produksi menuju dokumen keuangan. Dari lahan menuju aliran uang.
Tetapi sekali lagi, menemukan aliran produksi atau dokumen keuangan belum dengan sendirinya membuktikan tindak pidana.
