TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Sinyal Merah Fly Over Pantoloan

“Kegagalan pekerjaan kontruksi adalah keadaan hasil pekerjaan kontruksi yang tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, sebagaimana disepakati dalam kontrak kerja, baik sebagian maupun keseluruhan akibat dari kesalahan pengguna jasa atau penyedia jasa” ungkapnya.

Indikasi kegagalan bangunan pada proyek senilai Rp84 Miliar yang dikerjakan pada pertengahan tahun 2019 silam itu, jelas memberi sinyal bahwa wilayah kontruksi pun, tak luput dari bayang-bayang Korupsi. Indikasi kuat itu timbul buntut dari kesembronoan pelaksanaan proyek dilapangan.

Keretakan pada bagian struktur beton bangunan oprit dan terjadi penurunan elevasi di Fly Over Pantoloan, memperlihatkan bahwa kucuran duit Negara yang cukup besar, tidak otomatis bisa meningkatkan kualitas proyek.

Baca Juga : KORUPSI JUMBO DIMULUT MACAN

Banyak soal yang membuat distorsi, dari kemungkinan dugaan pengurangan volume hingga penggunaan material tidak tepat sasaran.

Meskipun dalam perencanaan proyek itu dibangun, Pemerintah harus merogok kocek dalam-dalam untuk sebuah proyek megah itu terwujud.

Padahal Pembangunan Fly over Pantoloan dengan bentang sejauh 904 meter ini, diklaim menggunakan teknologi mortar busa yang dikembangkan secara sederhana dengan metode timbunan ringan, struktur baja bergelombang dicampur dengan bahan pasir dan semen yang telah diatur mutu kekuatanya sehingga memiliki keunikan dalam menghemat angaran belanja kontruksi sebesar 20-30 persen.

Metode ini juga di gadang-gadang memiliki beberpa keunggulan, karena bahanya lebih kuat dan padat namun lebih ringan dibandingkan dengan timbunan pilihan, sehingga lebih sesuai dengan daya dukung tanah, khususnya di Kota Palu yang memiliki risiko besar terjadi gempa bumi.

Baca Juga : Cuan Rame-Rame di Lahan Huntap

Related posts:

Halaman Selanjutnya :Baca Juga : DUA KAKAP KONCO PPK