Namun Fakta yang dikumpulkan tim investigaasi Trilogi mengungkap, setidaknya beberapa kerusakan yang dapat mempengaruhi kelayakan jalan yang baru genap setahun itu dibangun.
Diantaranya dua sisi bangunan oprit sudah mengalami keratakan dengan memperlihatkan beberapa rongga kosong didalamnya akibat tidak mampu menahan beban jalan sehingga terjadi Depresi pada badan jalan
Cacat pada oprit sangat bisa berbahaya dan terjadi nirfungsi alias tidak bisa digunakan ketika bangunan oprit tersebut ambrol.
Kerusakan pada oprit ini sangat jelas telah memicu penurunan elevasi pada ujung pertemuan antara struktur perkerasan jalan terhadap ujung jembatan. Hal ini diduga kuat pada saat pelaksanaan pekerjaan pemadatan tidak dilakukan secara sempurna.
Selain itu juga ditenggarai tebal pemadatan tidak mengikuti standar yang ada, atau kadar air optimum tanah yang tidak terpenuhi untuk kinerja metode mortar busa yang diharapkan. Pada kasus ini jelas pada proses pelaksanaan pembangunan oprit tidak dilakukan secara baik.
Baca Juga : DUA KAKAP KONCO PPK
Sementara pada bagian badan jalan yang lain, ditemukan mengalami Long Crack atau retak panjang dan beberapa retak pada permukaan badan jalan atau Surface Defect. Cukup jelas, jika hal ini dapat mempengaruhi layanan jalan dan bisa membahayakan pengendara.
Jalan layang yang dibangun hampir satu kilometer ini terbagi atas panjang struktur 253 meter, panjang oprit kiri 356 meter dan oprit kanan 327 meter dengan lebar 18 meter. Proyek ini dibangun bertujuan untuk mendukung pergerakan transportasi industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Palu.
Baca Juga : BONGKAR DULU TERSANGKA KEMUDIAN
