Proyek rehabilitasi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tadulako senilai Rp147 miliar dinyatakan selesai secara kontrak.
Di lapangan, sejumlah tegel belum terpasang, plafon terbuka, lantai ambles, dan retakan ditemukan.
SULTENG – Lantai di sebuah ruangan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tadulako belum sepenuhnya tertutup tegel ketika gedung itu telah diserahterimakan.
Di bagian lain, plafon belum terpasang. Keramik tampak ambles. Retakan terlihat pada bak kontrol limbah dan sejumlah bagian struktur bangunan.
Temuan itu berada di beberapa bagian gedung yang menjadi bagian dari proyek rehabilitasi dan renovasi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tadulako (RSPTN Untad).
Pekerjaan tersebut telah dinyatakan selesai secara kontrak 100 persen.

Nilai kontraknya tidak kecil: Rp147,264 miliar. Pagu proyek mencapai Rp184,08 miliar.
Pekerjaan dibiayai APBN dan dikerjakan PT Cimendang Sakti Kontrakindo.
Di Gedung Poli lantai I, pemasangan tegel di Ruang Radiologi masih dipertanyakan.
Begitu pula di Ruang Transferan Gedung Instalasi Gawat Darurat lantai II dan Ruang Operasi lantai III. Pada bagian lain gedung, sejumlah plafon belum terpasang.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan antara apa yang terlihat di lapangan dan apa yang tercatat dalam dokumen penyelesaian pekerjaan.
Seorang tenaga kebersihan yang ditemui di gedung itu mengatakan sebagian kondisi tersebut telah ada ketika ia mulai ditugaskan membersihkan bangunan. Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
“Waktu kami dipindahkan untuk bersihkan gedung ini, sudah begini memang pak, sudah banyak yang rusak,” kata dia, Rabu 7 Oktober 2026.
Menurut dia, beberapa ruangan di lantai satu hingga lantai tiga masih memiliki bagian yang belum dipasangi tegel. Ia juga menyebut terdapat bagian plafon yang belum terpasang.
Kesaksian itu belum cukup untuk memastikan kapan kerusakan atau kekurangan pekerjaan tersebut terjadi. Karena itu, persoalan berikutnya adalah mencocokkannya dengan dokumen proyek.


