TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

SANG PENEROBOS BATAS di ERA MILENIAL

Kemajuan sebuah pradaban dipastikan akan menimbulkan kemajuan, dan juga sejumlah persoalan. Pradaban industri 4.0, di satu sisi berdampak terhadap terciptanya efisiensi dan efektifitas serta membuka kesempatan kerja baru, namun pada sisi lain menimbulkan persoalan baru seperti meningkatnya angka pengangguran, terutama datangnya dari SDM yang kurang memiliki skill dan attitude sesuai tuntutan pradaban industri 4,0.

Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar dengan penduduk mendekati 260 juta jiwa, serta memiliki bonus demografi di tahun 2028 – 2030. Menjadi sebuah kewajaran bila kemudian Pricewaterhouse Coopers (PwC), Lembaga Jasa professional reputasi dunia, memprediksi bahwa Indonesia seabad setelah merdeka, yaitu di tahun 2045 mendatang akan menjadi Negara Maju dengan kekuatan ekonomi peringkat- 5 dunia, setelah China, Amerika Serikat, India dan Brasil, jika mampu memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam dan bonus demografinya itu.

Diperkirakan tingkat pendapatan atau Produk Domestik Bruto, PDB saat itu akan mencapai 5 triliun dollar US, bahkan di tahun 2050 PDB Indonesia diprediksi mencapai 10 triliun dollar US. Di tahun 2018 PDB Indonesia untuk pertama kalinya tembus di angka 1 triliun dollar US.

Prediksi akademik ini merupakan kesempatan sangat menjanjikan dan harus direncanakan dan dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, tantangannya adalah bagaimana Indonesia yang terdiri dari 34 Provinsi , 416 kabupaten dan 98 kota dapat melahirkan pemimpin dengan reputasi “Penerobos Batas”.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para pemimpinnya. Figur Penerobos Batas
usia bukan lagi menjadi pembatas bagi seseorang untuk kemudian dinobatkan menjadi penerobos batas, tetapi terletak pada karakter dan model berpikir.

Setidaknya ada enam kriteria yang harus dimiliki figur penerobos batas diantaranya adalah: Update; Adaptif; Inovatif; Demokratis; Cenderung tidak Birokratis; serta Memiliki Ketegasan. Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia adalah contoh extrim dari sisi usia terkait dengan figur penerobos batas ini.

Di usia yang ke 92 tahun, dan dalam struktur teori perbedaan generasi termasuk kategori Veteran generation, ternyata menjadi pemenang dalam pemilihan perdana Menteri di Pemilihan Umum tahun 2018. Boleh jadi terpilihnya kembali Mahathir Mohamad lebih disebabkan para perdana Menteri sebelumnya kurang mempersiapkan tongkat estafet kepemimpinan yang diperuntukkan bagi generasi milenial.

Halaman Selanjutnya :MEMIMPIN GENERASI MILENIAL
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.