“Balai sungai itu sepertinya tidak ada kepedulian sama sekali atas penanganan banjir. Kita sudah berulang-ulang membenahi jalan, dan terus menerus pula dihantam banjir sepanjang desa Omu , Tuva, Salua. Tapi BWS tidak menangani sungainya ya, percuma saja kerja kita. Kan tidak mungkin menunggu rumah warga dihantam banjir baru ditangani, paling tidak sungainya di normalisasi dulu, atau tidak dimasukan dalam penanganan bencana yang bisa dibayar tahun depan, asal kontraktor yang ditunjuk yang bonafit,” ujar Asbudyanto, kepada trilogi.co.id.
Terpisah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan pihak BMPR Provinsi Sulteng dalam menangani jalan yang terputus. Dengan kordinasi dilapangan, akhirnya akses jalan tersebut sudah bisa dilalui warga.
“Dinas PUPR sudah berhasil membuka kembali akses jalan yang putus karena diterjang banjir itu,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Asrul Repadjori.
Ia mengatakan, sekitar 300-an meter jalan tersebut sebelumnya putus karena terjangan banjir menyusul hujan deras yang mengguyur hulu sungai di wilayah Kulawi Raya, yang wilayahnya meliputi Kecamatan Lindu, Kulawi, Kulawi Selatan dan Pipikoro. Banjir pun merusak badan jalan di antara Desa Saluki dan Tuva di Kecamatan Gumbasa.
Selama beberapa hari, bagian Jalur Trans Palu-Kulawi putus, warga Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu dan Pipikoro di Kabupaten Sigi terisolir karena tidak ada jalur alternatif lain yang bisa dilewati.

The US president raged at NATO allies over defense spending in meeting with the German chancellor, as Israel ordered its military to ‘advance’ in Lebanon
You mentioned that exceptionally well!
Wein Plaza – https://weinplaza.com/