“Kontrak awal dimulai 16 Mei 2025. Dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala teknis maupun nonteknis, sehingga dilakukan dua kali addendum. Namun seluruh pekerjaan akhirnya dapat kami selesaikan dan sudah PHO pada 17 Februari 2026,” ujar Stenly, Rabu (25/2/2026).
Perpanjangan waktu pertama diberikan selama 50 hari, terhitung sejak 14 Desember 2025 hingga 2 Februari 2026.
Meski progres pembangunan tergolong mengalami deviasi tipis, masih terdapat beberapa item pekerjaan yang harus disempurnakan.
Menurut Stenly, pekerjaan yang menjadi perhatian pada tahap akhir antara lain pemasangan kaca serta penyelesaian kanopi bangunan.
Setelah dilakukan addendum kedua, seluruh item pekerjaan berhasil dirampungkan sesuai spesifikasi teknis.
“Fokus kami saat itu memastikan seluruh bagian, termasuk detail finishing, benar-benar selesai sebelum PHO. Alhamdulillah pada 17 Februari 2026 proyek ini dinyatakan tuntas 100 persen,” katanya.
