Paket A1 mengadopsi dua metode perlindungan utama, yakni toe protection dan retaining wall.
Toe protection memanfaatkan block armor untuk meredam energi gelombang laut, sedangkan retaining wall digunakan untuk menjaga stabilitas jalan layang di area dengan keterbatasan lahan dan risiko pergerakan tanah akibat gempa.
Proyek A1 dibiayai melalui skema Infrastructure Reconstruction Sector Loan (IRSL) hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).
Paket ini dikerjakan oleh PT Bumi Duta Persada dengan nilai kontrak Rp273,53 miliar berdasarkan Kontrak Nomor HK.02.01/IRSL-A1/Bb14.6.5/01.
Pemasangan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dilakukan pada 7 November 2023 dengan rencana Provisional Hand Over (PHO) pada 23 Desember 2025, menggunakan anggaran Tahun 2023–2025.
Secara keseluruhan, Paket A1 mencakup rekonstruksi ruas jalan sepanjang 16,255 kilometer yang tersebar di berbagai titik Kota Palu, termasuk Rajamoili–Cut Mutia, Karanjalembah, Dewi Sartika, Moh. Yamin, hingga sejumlah ruas strategis lainnya.
Dengan total investasi yang hampir menyentuh Rp1 triliun, Proyek IRSL Palu menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun kembali infrastruktur Sulawesi Tengah melalui konsep Build Back Better.
Tidak hanya memulihkan kerusakan pascabencana, proyek ini dirancang untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan Kota Palu menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di masa mendatang.
