Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Poros Solo Mulai “Dijinakkan”? Kapolda Se-Jawa Bergeser, Ada Apa dengan Manuver Prabowo?

JAKARTA – Pergantian pucuk pimpinan Polri, mutasi 19 Kapolda, reposisi sejumlah pejabat kabinet hingga masuknya nama Rocky Gerung dan Sahganda Nainggolan ke lingkar Istana membuat politik awal Oktober 2026 terasa lebih panas dari biasanya.

Rangkaian manuver itu kemudian dibaca sebagai sesuatu yang lebih besar dari sekadar resuffle kabinet Prabowo Subianto Oktober 2026.

Pengamat sosial-politik Agung Wisnuwardana menyebut rangkaian perubahan tersebut sebagai dugaan “operasi penjinakan Poros Solo”. Analisis itu disampaikan Agung Wisnuwardana melalui akun TikTok-nya.

Namun, istilah tersebut merupakan interpretasi politik Agung, bukan keterangan resmi pemerintah mengenai motif mutasi.

Secara faktual, mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini menempati posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sementara jabatan Kapolri diisi Jenderal Suyudi Ario Seto.

Sigit juga telah menjalani serah terima jabatan sebagai KSP dan menyatakan siap mengawal program prioritas Presiden Prabowo.

Di saat hampir bersamaan, Suyudi menerbitkan Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 yang memuat mutasi dan rotasi 88 perwira. Sebanyak 19 posisi Kapolda ikut berganti.

Menurut Agung, rangkaian tersebut dapat dibaca sebagai konsolidasi elit Prabowo.

Ia menduga kekuatan operasional yang selama ini melekat pada kelompok politik tertentu di sekitar kekuasaan dikurangi, tetapi hubungan formalnya tidak serta-merta diputus.

Dalam pembacaannya, posisi politik tetap dipertahankan, sementara instrumen operasional dan keamanan mengalami penataan ulang.

“Poros Solo” dalam analisis tersebut merujuk pada jejaring kekuasaan yang dikaitkan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tetapi, penting dicatat, tidak terdapat keterangan resmi pemerintah yang menyebut mutasi Polri sebagai operasi untuk melemahkan kelompok tertentu.

Polri sendiri menyatakan mutasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan kedinasan, pembinaan karier dan penyegaran pelaksanaan tugas.

Jawa menjadi bagian paling menarik dari rangkaian mutasi tersebut karena tiga wilayah besar ikut mengalami pergantian.

Halaman Selanjutnya :Di Jawa Barat, Irjen Hengki ditunjuk menggantikan Irjen Pipit Rismanto. Di Jawa...