TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Perbedaan Fardhu Ain dengan Fardhu Kifayah Dan Contohnya

Menurut buku Oposisi Islam oleh Dr. Naveen Abdul Khalik Musthafa, perbedaan fardhu kifayah dan fardhu ain ialah berada pada sifat pengguguran kewajibannya. Apabila sebuah kewajiban sudah dikerjakan seseorang, karena itu sifat wajibnya sudah gugur yang memiliki arti tidak berdosa bila tidak dilaksanakan orang lain.

Pada hukum fardhu ain, sifat wajibnya melekat pada setiap masing-masing orang dan tidak gugur jika salah satunya orang sudah melakukannya. Oleh karena itu, seorang tetap berdosa bila tidak jalankan kewajiban yang hukumnya fardhu ain.

Hukum fardhu kifayah ialah wajib buat warga secara keseluruhan. Contoh fardhu kifayah ialah mengurus jenazah yang meliputi memandikan, melakukan sholat mayat, dan menguburkannya.Yusuf al-Qaradhawi menjelaskan dalam buku Fikih Prioritas, fardu ain harus selalu didahulukan daripada fardu kifayah. Perintah ini didasarkan dari hadist berikut:

عَنْ مُوسَى بْنِ عُلَيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ، يَقُولُ: ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ، أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا: حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ، وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ

Artinya: “Dari Musa bin Ulayy dari ayahnya, ia berkata: ‘saya mendengar Uqbah bin ‘Amir al-Juhany berkata: tiga waktu yang dilarang Rasulullah untuk menshalatkan dan mengubur mayat adalah waktu terbit matahari sehingga naik, waktu matahari di tengah-tengah sehingga condong dan waktu hampir terbenamnya matahari sehingga benar-benar terbenam.” (HR. Muslim).