Ia menyebut aksi lanjutan dapat melibatkan lebih banyak elemen komunitas jika perusahaan tetap tidak membuka dialog.
Meski aksi berlangsung hingga siang hari, manajemen PT CPM tidak menurunkan perwakilan untuk bertemu warga.
Ketiadaan respons ini membuat massa semakin yakin bahwa perusahaan enggan membahas kemungkinan pengurangan konsesi untuk WPR.
Aparat Polresta Palu tampak mengawal demonstrasi dengan ketat guna mencegah potensi gesekan.
Setelah berjam-jam menyuarakan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib namun menegaskan aksi belum berakhir.
Bagi masyarakat Poboya, minggu depan menjadi momentum penting. Jawaban PT CPM akan menentukan apakah ketegangan mereda atau justru memicu mobilisasi massa yang lebih besar.
Warga menyebut perjuangan ini bukan sekadar soal lahan tambang, melainkan tentang akses ekonomi yang selama ini terhambat akibat struktur konsesi perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, PT CPM belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan penciutan lahan PT CPM maupun desakan pembentukan WPR.
Pemerintah daerah diminta turun tangan agar konflik tidak berlarut dan kepastian hukum bagi masyarakat maupun investor di sektor pertambangan tetap terjaga.
