Salah satu korban, Hermin Matiro, menceritakan bagaimana dia dan keluarganya berusaha menyelamatkan diri saat air bah memasuki rumah mereka.
“Kami panik dan langsung berusaha menyelamatkan diri dan keluarga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa berbagai barang berharga seperti peralatan elektronik, pakaian, serta persediaan air bersih dan kebutuhan sehari-hari rusak akibat tertutup lumpur.
Baca Juga : Demo Kawal Putusan MK di Banggai, Ratusan Mahasiswa Duduki Kantor DPRD, Tuntut Keadilan Pilkada !
PT PAU, perusahaan pemilik pagar yang jebol, telah menyatakan kesiapannya untuk mendata seluruh kerugian yang dialami warga dan akan bekerja sama dengan pemerintah Desa Uso untuk mencari solusi terbaik.
Mereka berencana mengadakan pertemuan dengan warga terdampak untuk membicarakan kompensasi atas kerugian yang disebabkan oleh musibah ini.
Pihak perusahaan juga menyatakan akan memperbaiki pagar pembatas yang tidak mampu menahan debit air akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir.
Menurut Edward Mandapar, penyebab utama dari kejadian ini adalah desain infrastruktur yang kurang memadai di dalam area PT PAU, serta curah hujan yang tak henti-hentinya.
