Jimmy menjelaskan bahwa ruas jalan nasional Tomata-Beteleme yang rusak berat waktu itu totalnya sepanjang 21 kilometer, namun yang akan ditangani pada tahap pertama dengan dana Rp280 miliar tersebut baru sepanjang 21 kilometer. Dana yang dikeluarkan untuk membiayai pembangunan sepanjang 21 kilometer itu, kata Jimmy, diakui sangat mahal dan dkerjakan cukup lama yakni 1.080 hari kalender terhitung 22 September 2015, karena kondisi tanah yang sangat ekspansif sehingga membutuhkan penerapan teknologi khusus yakni geomembran.
“Karena itu konsentrasi awal kita adalah bagimana agar ruas sepanjang 21 km ini teratasi dengan desain khusus yang meminimalisasi kondisi tanah ekspansif dengan memanfaatkan teknologi geomembran,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa lapisan tanah pada dua-tiga meter di bawah badan jalan itu berupa batubara muda yang sangat sensitif bergerak saat musim hujan. Mengenai sisa ruas jalan yang belum tertangani akan dibangun secara bertahap setiap tahun dengan kontrak tahunan sehingga dipastikan pada 2019 ini, seluruhnya sudah dalam kondisi mantap.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN XIV Palu, mengucurkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk meningkatkan jalan nasional di ruas Tomata-Beteleme, yang selama ini kondisinya rusak berat. Kepedulian Pemerintah memberi perhatian khusus terhadap ruas jalan nasional ini karena kondisinya yang sangat parah dibanding ruas-ruas jalan nasional lainnya di Sulteng.
Padahal, jalan ini sangat strategis sebab merupakan urat nadi perekonomian ke Kabupaten Morowali Utara dan Morowali yang kini sedang berkembang pesat pembangunan infrastruktur industri pertambangan dan perkebunan. Selain itu, ruas Tomata-Beteleme ini merupakan poros Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Kota Palu dengan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, melalui Poso dan Morowali. Setelah mendapat kucuran dana, kini ruas tersebut, separuhnya sudah berkondisi mantap.
PT Jaya Bersama Makmur (JBM) memperoleh kepercayaan untuk menggarap proyek senilai puluhan miliar itu melalui lelang terbuka di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Keberhasilan perusahaan memenangkan lelang beberpa proyek itu membuktikan bahwa PT JBM memiliki reputasi yang sudah teruji dan terbukti. Beberapa proyek di sektor infrastruktur jalan ini akan semakin memperkuat portofolio proyek perseroan hingga akhir tahun ini. Sebagai perusahaan lokal di bidang kontruksi, PT JBM mengklaim berpengalaman dalam berbagai proyek berskala menengah dan besar. Perusahaan juga berkomitmen untuk selalu melibatkan sumber daya lokal dalam berbagai pembangunan proyek, terutama di daerah. Kini TA 2019 PT JBM kembali memenangkan lelang terbuka pada paket Preservasi Jalan Tomata – Beteleme dengan nilai kontrak sebesar Rp49.310.816.000, yang diikuti sebanyak 20 peserta perusahaan kontruksi.
Penulis : Wahyudi / trilogi.co.id
