TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

METODE BARU PENANGKAL EXPANSIFE

TA 2018 lalu, PT Jaya Bersama Makmur (JBM) dipercaya untuk menggarap separuh jalan yang terindikasi expansife itu.  Ruas Tomata – Beteleme segmen IV yang digarap oleh PT JBM sepanjang  4,6 Kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp48 Miliar itu kini telah fungsional. Meskipun meleset dari tenggat akibat dampak ekonomis pada bencana  pada 28 September lalu, namun pihak PT JBM mampu menyelesaikanya secara sempurna.

@trilogi.co.id

“Teknologi yang dikembangkan oleh pihak BPJN yang diadopsi dan diterapkan dilapangan, dan sejauh ini semuanya dapat diselesaikan. Dengan demikian, secara tekhnis semua tantangan dapat dituntaskan sehingga pekerjaan berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” kata Direktur Utama PT Jaya Bersama Makmur (JBM), Darmawan Liyanto, melalui Direktur Tekhnis PT JBM, Subhan, ST, belum lama ini.

Sebagai salah satu kontraktor terkemuka, PT JBM memiliki pengalaman menangani proyek besar di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, baik APBD maupun APBN. Untuk pekerjaan infrastruktur jalan, PT JBM sendiri, pernah mendapat kepercayaan sebagai kontraktor dalam menggarap proyek-proyek pelebaran jalan nasional terlebih pada ruas  Tomata-Beteleme sepanjang 6 kilometer yang dibiayai dana APBN (multy years contract-MYC) 2015-2018 senilai Rp277 miliar.

Proyek ini dikerjakan tiga kontraktor ketika itu yakni PT.Tunggal Mandiri Jaya, PT.Multi Graha Istika Makmur dan PT. Jaya Bersama Makmur. Dua paket lainnya adalah rekonstruksi jalan Tomata-Beteleme 2 sepanjang enam kilometer dengan dana APBN 2017 Rp50,4 miliar dan rekonstruksi jalan Tomata-Beteleme 3 dengan dana APBN 2017 senilai Rp37 miliar. Pengalaman dan reputasi yang baik inilah menjadi dasar pihak BPJN XIV Palu melalui Satker PJN Wilayah III bekerjasama dengan PT JBM, sehingga objective menghadirkan ruas jalan sepanjang 4,6 Kilometer yang direncakana dan terealisasi sepanjang 4,8 Kilometer ini dengan kualitas baik menjadi terwujud.

“Pada ruas tersebut memang ada beberapa titik yang ambles setelah ditangani oleh tim kami dilapangan, tetapi itu bukan karena kesalahan konstruksi tetapi karena kondisi tanahnya yang memang sangat ekspansif dan ditangani secara khusus. Alhamdulilah 3 Januari lalu sdh PHO,” kata Subhan, ST, kepada trilogi.co.id.

Kasatker PJN Wilayah III, Moh Taufik, melalui PPK-15 Jimmy Adwang, ditemui disalah satu tempat ketika itu menjelaskan proyek pembangunan ruas jalan strategis di Sulteng tersebut, menyebut ada enam titik di ruas itu yang ambles, tetapi semuanya dalam penanganan yang intensif. Tanah ekspansif artinya tanah sangat rentan terhadap perubahan musim, dimana pada musim kemarau, kadar air sangat rendah sedang pada musim hujan kadar airnya menjadi sangat besar sehingga mudah sekali terjadi pergerakan dan ambles karena tanahnya mengembang.

“Dari ruas Tomata-Beteleme sepanjang 50 kilometer itu, sepanjang hampir 21 kilometer kondisi tanahnya ekspansif dan perlu penanganan khusus untuk mengatasinya. Khusus pada tiga paket, terdapat enam titik yang ambles akibat tanah ekspansif itu”. Kata Jimmy Adwang PPK 15 Satker PJN Wilayah III ketika itu.

@trilogi.co.id
Halaman Selanjutnya :Penulis : Wahyudi / trilogi.co.id
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.