Hingga pukul 16.30 WITA, pembersihan material longsor sudah dilakukan, dan kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melintasi lokasi.
Proses pembersihan material longsor ini melibatkan dua unit excavator dan dua unit loader yang didatangkan dari workshop BPJN.
Baca Juga : Kabalai BPJN Sulteng Terjun Langsung! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Pembangunan Jalan Nasional
“Kami juga sedang mengirimkan satu alat berat tambahan untuk mempercepat proses pembersihan,” tambah Dadi.
Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Tanah yang tergerus oleh hujan menyebabkan material dari tebing di sepanjang jalan longsor dan menutupi sebagian besar badan jalan.
Kejadian ini mengingatkan kembali pentingnya penanganan khusus terhadap area rawan longsor, terutama saat memasuki musim penghujan.
Kepala Satker PJN Wilayah II Sulawesi Tengah, Dr. Yudha Sandyutama, menegaskan bahwa BPJN akan memberikan alokasi penanganan khusus untuk lereng rawan longsor guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
