Baca Juga : PT Vale Akan Kuasai Dua Blok Tambang Nikel di Bahodopi
Pada laporan keuangan 30 Juni 2021 Kas dan setara kas Grup tercatat sebesar AS$426,5 juta, naik dari AS$386,2 juta pada posisi 31 Maret 2021.
PT Vale mengeluarkan sekitar AS$33,3 juta untuk belanja modal pada 2T21, mengalami penurunan dari yang dikeluarkan pada 1T21 sebesar AS$38,5 juta. Hal ini membuat PT Vale akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.
Grup mencatat EBITDA sebesar AS$72,3 juta pada 2T21, lebih rendah dari yang tercatat pada 1T21 sebesar AS$88,9 juta, terutama disebabkan oleh biaya yang lebih tinggi dan harga realisasi rata- rata nikel yang lebih rendah.
Grup juga mencatat laba positif sebesar AS$25,1 juta pada 2T21, turun dari laba sebesar AS$33,7 juta pada 1T21 sejalan dengan penurunan EBITDA.
Baca Juga : Morowali Jadi Sentral Pabrik Lithium Battery Indonesia Terbesar
