Rizal menambahkan, proyek ini tidak akan membebani alokasi Dana Desa 30 persen untuk ketahanan pangan karena seluruh biaya pembangunan berasal dari pinjaman lunak perbankan.
Ia memastikan kebijakan ini tetap selaras dengan program pemerintah pusat untuk memperkuat sektor ekonomi desa tanpa mengganggu anggaran desa.
Usai seremoni peletakan batu pertama, kegiatan dilanjutkan dengan video conference bersama Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono serta Menteri Desa Yandri Susanto.
Mereka memantau kesiapan 800 desa lain di seluruh Indonesia yang akan menjalankan program serupa.
Menteri Koperasi menegaskan bahwa tahap ini menandai dimulainya fase operasional program Koperasi Merah Putih secara nasional setelah penyelesaian regulasi teknis pada Juli lalu.
“TNI ikut terlibat untuk memastikan pembangunan berjalan cepat dan tepat sasaran,” kata Ferry.
Bupati Rizal menyebut, pemerintah daerah segera menggelar pertemuan dengan perbankan Himbara dan pengurus koperasi di seluruh Sigi untuk membahas pola pembiayaan serta model bisnis koperasi.
“Koperasi ini dibuat untuk kesejahteraan masyarakat desa, bukan proyek biasa. Kami akan kawal sampai benar-benar memberi hasil nyata,” tegasnya.
SUMBER : PIKP & PERSANDIAN SIGI
