Koperasi berperan sebagai mitra strategis petani dalam penyediaan bibit, pupuk, hingga pemasaran hasil panen.
Skema pembiayaan akan melibatkan bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Dana yang masuk ke koperasi akan digunakan untuk pembiayaan pertanian, sementara hasil panen petani akan diserap kembali oleh koperasi. Dengan begitu, perputaran ekonomi tetap berada di desa dan mencegah praktik tengkulak,” kata Rizal.
Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, memberi apresiasi atas langkah cepat Pemkab Sigi dalam melaksanakan program nasional ini.
“Dari 24 titik groundbreaking di dua provinsi, Kabupaten Sigi paling cepat merespons. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, TNI siap mendampingi pelaksanaan proyek ini melalui program Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat desa.
Baca Juga : Rakor Satgas MBG Kabupaten Sigi Bahas Strategi Distribusi dan Pemetaan Daerah Terpencil
“Kami ingin koperasi menjadi pilar ekonomi rakyat yang benar-benar tumbuh dari bawah,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih di Sigi diproyeksikan menjadi model pemberdayaan petani lewat koperasi desa.
Melalui sistem pengelolaan yang profesional dan dukungan pembiayaan lunak dari bank, koperasi ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh modal, meningkatkan hasil produksi, serta memperluas akses pasar.
