Bencana itu juga merusak jembatan, yang akibatnya menyulitkan akses masyarakat menuju wilayah tersebut.
Selain di desa itu, bencana banjir juga menghantam dan merusak sarana umum, seperti Jalan Poros Palu-Kulawi di Desa Omu, Tuva dan Salua.
Untuk Jalan Poros Palu-Bangga dan Bangga-Simoro dengan panjang diperkirakan sejauh 40 Kilometer perbaikannya akan dilakukan pada tahun mendatang.
Diperkirakan salah satu jembatan yang masuk dalam rencana pembangunan kembali karena rusak terdampak banjir bandang, yakni jembatan di Desa Bangga. Jembatan yang panjangnya kurang lebih 20 meter tersebut, seperti diketahui kini tidak terlihat fisiknya di permukaan. Deker yang ada di jembatan pun tidak nampak.
Putusnya sarana umum itu disebabkan oleh banjir atau air sungai yang tidak beraturan mengikuti alur. Sehingga itu, perlu normalisasi sungai, agar tidak memberikan dampak yang lebih besar.
