Kebutuhan terhadap jalur alternatif menjadi penting karena gangguan pada satu akses utama dapat berdampak terhadap perjalanan masyarakat maupun distribusi barang antardaerah.
Pemprov Sulteng menyatakan pembangunan infrastruktur tetap diarahkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan skala prioritas, meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran.
Anwar menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur juga menyampaikan perkembangan sejumlah program 9 BERANI.
Program Berani Cerdas, misalnya, disebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 47 ribu mahasiswa, sedangkan Berani Sehat telah melayani sekitar 270 ribu masyarakat Sulawesi Tengah.
Kunjungan di Wombo Kalonggo tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah provinsi untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur di tingkat desa.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Sulteng juga menyerahkan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako kepada masyarakat di tiga desa.
Dengan rencana konektivitas Siniu-Pantoloan, pemerintah provinsi ingin membangun lebih banyak pilihan akses bagi masyarakat.
Bukan hanya mengandalkan satu jalur, tetapi menyiapkan jaringan jalan yang dapat menopang mobilitas dan aktivitas ekonomi Sulawesi Tengah ketika jalur utama seperti Kebun Kopi mengalami gangguan.


