Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

Kebun Kopi Kerap Macet? Jalur Alternatif Siniu-Pantoloan Bakal Jadi Solusi Baru Pemprov Sulteng

Karena itu, pembangunan konektivitas dinilai memiliki fungsi lebih luas, yakni menghubungkan kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi dan kawasan industri.

BACA JUGA : Menembus Batas Jalan Provinsi Sulteng 2026 | Jalur Baru Muliasari-Kokobuka 11,4 Km Pangkas Jarak Tolitoli Menuju Buol

Konsep tersebut juga sejalan dengan program Berani Lancar yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat akses jalan dan konektivitas antarkawasan.

Dalam kunjungan tersebut, Anwar juga meninjau pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo yang berada di jalur penghubung masyarakat Desa Wombo, Wombo Kalonggo, Wombo Mpanau dan wilayah sekitarnya.

Anwar mengatakan jembatan tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari kewenangan jalan kabupaten. Namun, Pemprov Sulteng ikut membantu karena akses tersebut dinilai vital bagi masyarakat.

“Ini sebenarnya jembatan jalan kabupaten, tetapi karena kita membantu pemerintah kabupaten dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, kita membantu pemerintah. Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” katanya.

Menurut Anwar, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jalan dan jembatan tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik, tetapi sebagai penghubung aktivitas ekonomi, pelayanan publik dan mobilitas warga.

Jika konektivitas Siniu-Pantoloan dapat diwujudkan, jalur tersebut berpotensi memberikan pilihan bagi masyarakat ketika jalur Kebun Kopi mengalami kepadatan atau gangguan.

BACA JUGA : Progres Jalan Sabang-Baas 6,91%, Galian Batu Dikebut Kejar Target September

Halaman Selanjutnya :Kebutuhan terhadap jalur alternatif menjadi penting karena gangguan pada satu akses utama...