DONGGALA – Jalur Kebun Kopi selama ini menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Palu dan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.
Namun, ketika jalur tersebut terganggu akibat kemacetan maupun kondisi jalan, masyarakat membutuhkan pilihan akses lain.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai mendorong rencana konektivitas Siniu-Pantoloan sebagai salah satu alternatif pergerakan masyarakat dan barang.
BACA JUGA : Jalan 9 Km Balantak-Mantoh Dikebut, Proyek BERANI Lancar di Banggai Tembus 9,30%
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan rencana tersebut saat meninjau pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (4/10/2026).
Menurut Anwar, konektivitas dari kawasan Siniu menuju Pantoloan memiliki prospek strategis karena dapat membuka pilihan jalur ketika akses utama melalui Kebun Kopi mengalami gangguan.
“Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Anwar.
Rencana Jalur Alternatif Kebun Kopi melalui konektivitas Siniu-Pantoloan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran lalu lintas masyarakat.
Anwar menyebut kawasan Siniu juga diproyeksikan menjadi salah satu kawasan pengembangan industri, termasuk industri pengolahan baterai dan industri pendukung lainnya.


