Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026
TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Kasus PT RAS Disetop, SP3 Digugat, Kejagung-KPK Diminta Turun Periksa Eks Bupati

Persoalan berikutnya yang disoroti Allan adalah konflik PT RAS dengan PTPN XIV.

Allan menyebut pada 2009 terbit Sertifikat HGU PTPN XIV Nomor 02 seluas 2.854 hektare dan Nomor 08 seluas 3.146 hektare.

Dari area tersebut, sekitar 1.329 hektare disebut ditanami atau digunakan PT RAS tanpa membayar sewa kepada PTPN XIV.

allan juga menyebut PT RAS pernah mendapat teguran tertulis dari PTPN XIV, tetapi tetap beroperasi dan disebut mulai memanen sawit sejak Tahun 2008.

Mengenai konflik tersebut, Anwar Hafid memberikan jawaban yang berbeda dari tudingan yang diarahkan kepadanya.

Gubernur Sulawesi Tengah saat ini mengatakan, seingatnya, pemerintah daerah ketika itu telah menghentikan kegiatan PT RAS.

“Kedua konflik dengan PTPN seingat saya waktu itu kita sudah menghentikan kegiatan PT RAS,” kata Anwar Hafid.

BACA JUGA : Panas Dingin Bara Sawit PT RAS

Ia kemudian menegaskan tidak mengetahui perkembangan persoalan setelah terbentuknya Kabupaten Morowali Utara.

“Setelah itu saya tidak tahu lagi karena sudah terbentuk Kabupaten Morowali Utara,” ujarnya.

Setelah menguraikan persoalan perizinan dan HGU, Allan melalui lembaga FPMMU juga menyampaikan sejumlah angka yang disebut sebagai potensi kerugian.

Menurutnya sekitar 35.000 pohon sawit PTPN XIV disebut musnah pada lahan kurang lebih 273 hektare.

Dengan biaya investasi Rp45 juta per hektare, Forum menghitung kerugian investasi mencapai sekitar Rp12,285 miliar.

FPMMU juga menyebut penggunaan lahan HGU PTPN XIV seluas 1.329 hektare menyebabkan hilangnya manfaat aset tersebut.

Berdasarkan perhitungan menggunakan NJOP dengan metode adjusted market value periode 2009-2023, nilai sewanya disebut mencapai Rp79.480.824.648.

BACA JUGA : Fraud Audit Astra Group, Penyidik Bongkar Korupsi Jumbo di Sawit Morowali Utara !

Halaman Selanjutnya :BACA JUGA : Mafia Sawit di Balik HGU PTPN | Skandal  Dugaan Korupsi Jumbo PT...