TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Jejak Mafia Tambang di Karya Mandiri

Sementara desa tempat mereka beroperasi, Karya Mandiri, tetap tertinggal dengan infrastruktur yang memprihatinkan.

Namun, ada kejadian tak biasa pada Sabtu (1/2). Aktivitas tambang ilegal tiba-tiba terhenti. Lima alat berat yang biasa mengeruk perut bumi mendadak tak bergerak.

Menurut keterangan sumber yang dilansir KoranIndigo, kunci ekskavator disita oleh oknum aparat.

“Mereka (aparat) menyita kunci alat berat sejak Sabtu. Tapi jangan berpikir ini akhir dari tambang ilegal,” ucapnya dengan nada getir.

Sang koordinator tambang, yang disebut dengan inisial RZL, kini tengah melakukan negosiasi dengan aparat yang menyita kunci. Seberapa jauh negosiasi ini akan berjalan?.

“Lihat saja nanti, biasanya dalam beberapa hari alat-alat itu akan kembali beroperasi,” tambahnya.

Dampak lingkungan dari aktivitas tambang ilegal ini bukan sekadar lubang-lubang besar yang menganga di tengah hutan.

Desa Karya Mandiri adalah wilayah langganan banjir. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mencatat tujuh peristiwa banjir menerjang kecamatan Ongka Malino sepanjang 2024.

Dalam rentang Maret hingga Mei, tiga kali banjir besar melanda desa akibat luapan Sungai Karya Mandiri.

Namun, Sekretaris BPBD Parimo, Rivai, tak bisa memastikan apakah banjir itu sepenuhnya akibat aktivitas tambang ilegal.

Halaman Selanjutnya :“Kami belum bisa menyimpulkan, tapi wilayah ini memang rawan,” katanya. Pernyataannya terasa...