Hasil riset trilogi.co, proyek pembangunan jembatan gantung Tongoa di Kabupaten Sigi, di kerjakan oleh CV Karsa Membangun, dengan nilai penawaran ketika itu sebesar Rp1,791.053.000, dari HPS senilai Rp2.251.340.000, yang diikuti sebanyak 101 perusahaan peserta tender.
Pada proses tersebut, dari 101 perusahaan peserta tender hanya 7 perusahaan yang memasukan harga penawaran. CV Karsa Membangun dengan NPW 03.341775.9-831.000, diketahui berkantor dialamat dijalan Bundaran Kota, Kelurahan Bantaya, Parigi, Kabupaten Parimout.
Proyek pembanguna jembatan gantung Tongoa yang terancam kritis adalah salah satu dari kesekian proyek yang ditangani keduanya terancam kritis. Sebelumnya proyek APBN TA 2018 yang telah menggerus keuangan Negara sebanyak miliaran itu juga diwarnai kritis.
Berdasarkan ruas jalan Nasional Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kepmen PUPR 248/KTSP/M/2015, untuk Satker SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulawesi Tengah melalui PPK S-02, ruas koridor Tompe-Pantoloan-Dalam Kota Palu-Ampera-Batas Sulbar, panjang ruas mencapai 161,72 Kilometer dari total keseluruhan jalan nasional sepanjang 3.870 Kilometer yang terbagi 2.370 Km di Sulawesi Tengah, dan 1500 di Sulawesi Tenggara.
Untuk ruas yang ditangani PPK S-02 Alirman M Nubi dibawah naungan Kasatker Rahmudin Loulembah, untuk Koridor Tompe-Pantoloan-Dalam Kota Palu-Ampera- Surumana Bts Sulbar Tahun Anggaran (TA) 2018 ini ada tiga paket kegiatan yang dianggarkan Pemerintah yang di biayai oleh APBN, berikut kami beberkan hasil riset trilogi.co.id sederet paket yang masuk kategori kritis dan terancam mandek, diantaranya.
- Penggantian jembatan Pantoloan yang dikerjakan oleh PT Joint Indonesia, dengan nilai kontrak sebesar Rp3.979.378.000,
- Penggantian jembatan Torate cs, yang dikerjakan oleh PT Mitra Aiyangga Nusantara, dengan nilai kontrak sebesar Rp14.900.900.000
- Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan Dalam Kota Palu-Ampera-Surumana, yang dikerjakan oleh PT Vertikal Tiara Manunggal, dengan nilai kontrak sebesar Rp5.605.147.000.
Proses lelang proyek pemerintah memerlukan perombakan total. Aneka macam “Permaian” terjadi sehingga banyak proyek menjadi terlantar.
Bukti terbaru untuk kesekian kalinya pembangunan jembatan gantung Tongoa di Satuan Kerja (Satker) SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulteng.
Digembar-gemborkan akan rampung sebelum masa berakhirnya, proyek miliaran itu sudah pasti meleset dari tengat.
Pencairan dana awal untuk proyek itu, 4 bulan setelah permasalahan-permasalahan tiba. Pemerintah diminta untuk berupaya membongkar berbagai indikasi kecuranagn pada sejumlah proyek yang tak mengalami kemajuan berarti pada ruas ini.
Beberapa proyek infrastruktur jalan dan jembatan terancam tersendat akibat buruknya perencanaan dan pengawasan terhadap pihak pelaksana di lapangan.
AUDIT TOTAL INFRATSRUKTUR
Langkah Pemerintah dan aparat penegak hukum saat ini ditantang oleh sederet proyek-proyek kontruksi diatas tanah yang dibiayai oleh APBN di Sulawesi Tengah.
Proyek-proyek yang telah menggerus keuangan Negara itu terancam kritis adalah antisipasi yang terlambat.
Kritisnya sejumlah proyek yang ditangani oleh PPK-S 02 dibawah naungan Satker SKPD-TP Dinas Kimpraswil itu, tentunya bisa dihindari jika audit dan evaluasi menyeluruh dilakukan lebih awal.
Kurangnya pengawasan dan tidak selektif memilih rekanan menjadi faktor penyumbang terlambatnya sejumlah proyek.
Mencari jalan berlubang dan sebagian pembangunan jembatan seharusnya bukan pekerjaan sulit. Tapi pada ruas koridor yang di tangani keduanya ini justru begitulah adanya. Sejumlah masayarakat, setempat, membenarkan hal ini.
Kini publik menunggu Pemerintah dan aparat hukum di Provinsi Sulawesi Tengah untuk menyikapi kejadian ini. Akankah aparat hukum serius menyikapi informasi ini ?. Kita tunggu kabar selanjutnya.
