“Kedua metode ini dipilih agar infrastruktur tetap kokoh meskipun menghadapi ancaman bencana besar,” tambah Rizky.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah evakuasi jika terjadi bencana.
Baca Juga : IJD Wani-Lanta Rampung, BPJN Sulawesi Tengah Permudah Akses Ekonomi & Sosial di Donggala
Pemanfaatan jalur evakuasi, pemahaman tanda-tanda awal tsunami, serta edukasi tentang kesiapsiagaan menjadi bagian dari strategi mitigasi yang diterapkan.
BPJN Sulteng menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi juga bagian dari upaya besar dalam membangun ketahanan kawasan pesisir.
Dengan adanya Jalan Layang Anti Tsunami, diharapkan mobilitas warga tetap terjaga dan dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Pembangunan infrastruktur berbasis mitigasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam.
Dengan proyek ini, Kota Palu semakin siap menghadapi kemungkinan tsunami di masa depan, sekaligus menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah pesisir Sulawesi Tengah.
