“Kami memastikan pembangunan ini selaras dengan kajian ilmiah dan standar keamanan. Jalan Layang Kota Palu dibangun dengan mempertimbangkan aspek mitigasi bencana guna meminimalkan dampak tsunami,” ujar Rizky melalui siaran pers yang diterima Trilogi Sabtu 15 Maret 2025.
Proyek ini juga mengacu pada rekomendasi komite penasihat Jepang terkait mitigasi bencana tsunami dan likuefaksi.
Studi tersebut menyarankan peninggian jalan sebagai upaya mengurangi risiko banjir akibat gelombang laut besar.
Struktur Ketahanan Tsunami
Untuk menjamin ketahanan terhadap tsunami, proyek ini mengadopsi dua metode perlindungan utama, yakni Toe Protection dan Retaining Wall.

Toe Protection diterapkan di wilayah yang memiliki cukup lahan untuk struktur miring, sementara Retaining Wall digunakan di area dengan keterbatasan lahan.
Baca Juga : PT Bumi Duta Persada Percepat Rehabilitasi Infrastruktur Jalan di Palu
Toe Protection bertindak sebagai peredam gelombang dengan memanfaatkan block armor guna mengurangi dampak erosi dari air laut.
Sementara itu, Retaining Wall dirancang untuk menjaga kestabilan jalan layang, khususnya di area pesisir yang rentan terhadap pergerakan tanah akibat gempa.
