
Mantan PPK 3.2 Provinsi Bali itu menyebutkan bahwa pelaksanaan IJD di Buol, juga mendapat tantangan waktu yang terbatas dengan duras 4 bulan masa pelaksanaan, namun dengan upaya mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga pekerjaan paket IJD peningkatan ruas jalan Mamonu-Kali akhirnya tuntas dikerjakan pada awal Januari.
“Tantangan adalah waktu pelaksanaan yang terbatas, dimana kita harus bisa mengoptimalkan sumber daya yang ada (5 M : Man, Machine, Material, Metode & Money) untuk mempercepat pelaksaan pekerjaan agar mendapatkan pekerjaan sesuai mutu, waktu dan biaya yang tepat” sebutnya.
Baca Juga : BPJN Sulawesi Tengah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan melalui Inpres Jalan Daerah
Endhi berharap dengan terlaksananya program Inpres Jalan Daerah ini, semoga memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Buol khususnya masyarakat di ruas jalan Mamonu-Kali.
Selain itu melalui program Inpres Jalan Daerah yang sudah dilaksanakan, nantinya peningkatan aksesibilitas barang dan orang akan lancar dan otomatis akan meningkatkan pergerakan ekonomi di semua sektor seperti pertanian, perkebunan, perdagangan dan pariwisata yang ada di daerah.
Baca Juga : Pulihkan Jalur Logistik, BPJN Sulteng Rehabilitasi 15 Ruas Jalan Dalam Kota Palu
Kehadiran BPJN Sulawesi Tengah selaku pelaksana tugas dalam menjalankan program Inpres Jalan Daerah oleh Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR, diharapkan dapat membantu meningkatkan kemantapan infrastruktur jalan serta membuka keterisolasian wilayah yang dapat membawa manfaat yang banyak untuk masyarakat di Sulawesi Tengah sekaligus mendorong pergerakan pertumbuhan ekonomi daerah di semua sektor.
