Visi-Misi Jokowi-Mar’uf telah menggambarkan bagaimana skenario agar stasiun singgah dan calon penumpang dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan itu. Ada lima program prioritas terkait dengan adaptasi tersebut, yaitu melanjutkan program Infrastruktur; pengembangan SDM dan Teknologi; peningkatan Investasi dan Ekspor; penyelenggaraan Reformasi Birokrasi dan Struktur; serta penghematan penggunaan APBN untuk program atau kegiatan yang dipandang tidak penting dan mendesak.
Karena itu Presiden dan wakilnya tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri. Kepala Daerah harus bersama dengan kepala Negara dalam gerbong yang ditarik lokomotif perubahan menuju sejumlah stasiun singgah dan berakhir stasiun tujuan. Semangat dan keinginan itu harus terus dibangun, meskipun banyak tantangan, hambatan dan perbedaan yang bakal dihadapi. Komitmen, moralitas dan semagat perubahan yang tentunya menjadi kunci.
Pilkada 2020 dan 2022
Pilkada tahun 2020 dan 2022 menjadi Pilkada yang strategis untuk melahirkan kepala Daerah yang mempunyai semangat dan komitmen perubahan dan sekaligus memuluskan jalan menuju Indonesia Maju dan Hebat 2050. Tantangan terbesar adalah bagaimana menekan politik transaksional yang masih mendominasi di Pilkada sebelumnya.
Partai pengusung dan Lembaga penyelenggara Pilkada dinilai sejumlah kalangan telah memiliki semangat ke arah itu, meskipun masih ditemukan kelemahan di sana-sini. Ini dapat menjadi salah satu modal dasar melahirkan pimpinan-pemimpin perubahan di daerah.
Kita semua berharap terbangun kesadaran dan komitmen dari pemilik hak suara agar tidak terperangkap lagi pada politik transaksional, dan ini dipandang menjadi tantangan terbesar dan tersulit. Para elite, generasi milenial dan semua komponen yang ingin maju, harus membangun komitmen dan mengedukasi pemilik hak suara agar dapat memilih pemimpin perubahan.
Berpuasalah dahulu untuk tidak teribat dalam politik transaksional. Di depan sana ada harapan besar mendapatkan pendapatan perkapita sebesar 31.000 dolar US di tahun 2050, sesuai cita-cita Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Pilkada ini merupakan, kereta terakhir, kesempatan terakhir menuju ke stasiun tujuan. Dan harus diingat bahwa kesempatan itu tidak datang untuk kedua kalinya. Semoga***
