“Jadi, peresmian belum bisa dilakukan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Jembatan Palu IV merupakan proyek strategis pascabencana gempa dan tsunami 2018.
Jembatan ini dibangun menggunakan teknologi konstruksi mutakhir, termasuk sistem fondasi bored pile beton bertulang (RC Bored Pile), struktur bawah dengan dua pier dan dua abutment, serta struktur atas bentang tiga span berkelanjutan menggunakan metode balanced cantilever.
Dengan panjang total 250 meter dan lebar 12 meter, jembatan ini menggunakan prestressed concrete box girder untuk menjamin kekuatan dan ketahanan terhadap beban maupun bencana alam.
Konstruksi jembatan yang diawasi Oriental Consultant Global Co., Ltd, dilaksanakan oleh Tokyu Construction Co., Ltd bersama subkontraktor PT Waskita Karya. Proyek ini menelan anggaran ¥2.026.000.000 atau sekitar Rp214,8 miliar.
