“Ini si Adama sudah saya peringatkan agar segera melakukan perbaikan yang rehab minor. Tetapi dia selalu saja sampaikan akan dikerja dengan alasan masih mengerjakan yang mayor dulu. Dengan kejadian ini, saya sebagai PPK sudah buat komitmen dengan Adama, agar dia jamikan dana 10 persen dan saya tahan 10 persen jadi 20 persen semua total dana penjaminan untuk pekerjaan itu. Kan gila, baru ini terjadi diterapkan kepada kontraktor. Pada intinya kami hanya ingin memperbaiki dan memelihara jalan itu agar tidak terjadi kecelakaan. Bahkan kalau bisa si Adama ini dan perusahaan ini tidak usahlah di ikutkan lagi dalam tender,” tegas Hendro.
Sementara itu Manager Proyek PT Kurnia Graha Mandiri, Adama yang dikonfirmasi terkait dengan preservasi pemeliharaan rutin jalan PJN I, melalui nomer ponsel pribadinya tidak tersambung sampai berita ini diterbitkan. Berdasarakan beberapa informasi, disebutkan jika Adama saat ini lagi berada di Kabupaten Buol.
Hasil penelusuran Trilogi.co belum lama ini dilapangan, ditemukan sejumlah ruas jalan yang masuk dalam pemeliharan rutin yang dikerjakan oleh PT Kurnia Graha Mandiri, dengan NPWP : 02.934.316.7-805.000, sangat memprihatinkan. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari aspal tergulung, bergelombang bahkan sebagian sudah mulai mengelupas. Tentunya dengan kondisi itu akan menjadi ancaman bagi pengendara yang melintasi jalur tersebut.
Memang sungguh ironis anggaran yang gelontorkan oleh Pemerintah pusat sebanyak puluhan miliar untuk menggeber sejumlah proyek untuk pemeliharaan rutin dihasilkan dengan kwalitas pekerjaan yang sangat buruk. Tentunya banyak yang menuding jika kontraktor pelaksana hanya memikirkan keuntungan semata ketimbang kwalitas hasil pekerjaan.
Adama adalah yang memangku jabatan sebagai manager proyek di PT Kurnia Graha Mandiri, cukup berhasil memenangkan sejumlah proyek di Sulawesi Tengah. Tapi bukan berarti bisnis Adama berjalan tanpa celah. Pada tahun 2014 lalu, pernah mengerjakan sejumlah paket jalan dalam kota Palu yang di helat Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah. Kondisi kwalitas pekerjaanya juga sangat memprihatinkan.
Penulis : Wahyudi / Trilogi.co


