Iklan Header Trilogi 17 Agustus 2026

HALO, SAYA BRO ADAMA

Berbagai upaya dilakukan pihak penyelenggara jalan nasional wilayah (PJN) wilayah I, dari memberikan sanksi denda hingga mengancam memberhentikan kontrak kerja PT Kurnia Graha Mandiri. Langkah itu demi mengikis rapor merah Adama yang memangku jabatan manager proyek di PT Kurnia Graha Mandiri, paket long segment yang ditawar dengan nilai paling terendah sebesar Rp14 Miliar dari total HPS Rp19 Miliar.

Penerimaan hasil serah terima pekerjaan preservasi pemeliharaan rutin ruas jalan Lakuan – Laulalang – Lingadan – Dalam Kota Tolitoli – Silondou – Malala, dengan nilai pagu mencapai Rp19 Miliar, sepanjang 200 kilometer di PJN Wilayah I tahun ini agaknya bakal mengecewakan. Sinyal ini sudah disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 04) PJN Wilayah I, Hendro pada Sabtu malam.

“Sudah level tertinggi pak kepala balai menegur langsung ke pak Adama. Ya itu bagaimana lagi, saya punya proyek dikerjakan seperti itu, saya gak enak dengan ka balai. Bayangkan hanya gara-gara Adama, Setiap rakor selalu nama saya yang disebut-sebut. Sudah tiga kali nama saya jatuh disebut seperti di arisan hehehehe”. Kata Hendro ketika berbincang di ruangan loby hotel, di Kota Palu.

Saat mengungkapkan satu perusahaan lokal tak mampu memberikan kwalitas hasil pekerjaan yang baik. Pihak BPJN bahkan merugi meskipun sudah disuntik penyertaan pencairan dana proyek Miliaran rupiah.

PPK 04, PJN Wil. I, Hendro. Foto : Ist

“Kami yang dirugikan, kepala jadi pusing. Bayangkan saja dari HPS 19 Miliar di tawar jadi 14 miliar tidak gila itu, 5 miliar yang dia buang. Memang dengan kondisi pekerjaanya seperti itu konsenya sudah mencapai lima persen dan itu sudah bisa diambil alih oleh kami, jika kita bicara dalam aturan, tapi saya pikir saya uang dari mana mau kerjakan. Saya bahkan sudah menawarkan ke kontraktor lain seperti Bolong, Djony Fonky mereka semua mundur dengan alasan gak enaklah sesama kontraktor,” jelas Hendro kepada Trilogi.co.

Sepanjang 200 kilometer jalan yang menjadi tanggung jawab dalam preservasi pemeliharaan rutin tahun ini, pihak kontraktor pelaksana belum melakukan pekerjaan secara maksimal. Hal ini di kemukakan Hendro pada pertemuan singkat disalah satu ruang lobi hotel di Kota Palu Jumat malam. Pada perjalananya, sejak penetapan pemenang hingga masuk masa berakhirnya pekerjaan, selalu menemui jalan terjal.

Halaman Selanjutnya :“Ini si Adama sudah saya peringatkan agar segera melakukan perbaikan yang rehab...
Komentar
maks. 1000 karakter

    Jadilah yang pertama berkomentar.