“Kami merasa seperti ada kepentingan tersembunyi yang mencoba membatasi ruang gerak calon-calon tertentu,” lanjutnya.
Baca Juga : Sonny Tjandra Usul Anggaran KONI di Evaluasi, Supardi : Tidak Dukung Kemajuan Olahraga di Sulteng
Pernyataan tersebut semakin mempertegas ketegangan internal yang tengah memanas di kalangan pengurus KONI Sulteng.
Keluhan mengenai kurangnya waktu persiapan juga datang dari sejumlah Cabor dan KONI kabupaten/kota.
Mereka mengungkapkan bahwa pemberitahuan yang terlambat ini menyulitkan mereka untuk mempersiapkan diri menghadiri Musorprov.
“Kami merasa tidak diberikan ruang yang cukup untuk mempersiapkan diri secara layak. Ini jelas mencederai prinsip keadilan dan keterbukaan,” kata Hj. Arnila.
Seiring berkembangnya masalah ini, sejumlah pihak mulai mempertanyakan keabsahan Musorprov KONI Sulteng 2025.
Andri Gultom menegaskan bahwa jika Musorprov tetap dipaksakan tanpa mengindahkan prosedur yang sah, pihaknya akan mengajukan keberatan secara langsung di forum.
