Ia menambahkan bahwa eliminasi stunting di Morut juga dilaksanakan lewat gerakan pemanfaatan lahan pekarangan (Gempar) dimana setiap keluarga berkategori miskin diberi bantuan pemberdayaan berupa kolam ikan nila berkonstruksi terpal, bibit ikan, dan pakannya, serta bibit durian musang king untuk dibudidayakan di pekarangan.
Keluarga sasaran juga akan mendapatkan bantuan pemagaran halaman serta pendampingan teknis agar usaha budidaya ikan dan tanaman durian tersebut bisa terpelihara dengan baik.
Dengan intervensi-intervensi seprti itu, kata Delis, ia berharap prevalensi stunting yang saat ini masih mencapai 16 persen bisa ditekan menjadi di bawah 10 persen pada 2024.
